Penyebab dan Faktor Pemicu Penyakit Jantung Koroner

Obat Herbal Jantung Koroner

jantung koroner, arteroklerosis, penyumbatan pembuluh darah, pengecilan arteri koroner, vena,faktor penambah resiko jantung koroner, akibat kolesterol tinggi, hipertensi, dampak buruk keemukan,obesitas,trombosis,penggumpalan darah pada arteri, hipertensi dan penyebabnya, LDL,HDL, lemak jahat, lemak baik,tekanan darah tinggiJantung Koroner – Sebelum membahas tentang jantung koroner saya akan menjelaskan dulu secara singkat mengenai arteri koroner.

Arteri koroner merupakan pembuluh darah yang ada pada jantung berfungsi sebagai penyuplai makanan bagi sel-sel jantung. Nah Penyakit jantung koroner terjadi karena arteri koroner ini tersumbat atau menyempit karena lemak yang menumpuk di dinding arteri.

Proses penumpukan lemak di dinding arteri itu disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis bisa terjadi di arteri mana saja bukan hanya di arteri koroner.

Akibat Penyumbatan Arteri Koroner

Arteri koroner yang tersumbat menyebabkan pasokan darah berkurang sehingga menyebabkan rasa nyeri pada dada yang sering disebut dengan angina. Angina ini sering terjadi pada saat kita beraktivitas ataupun pada saat stess. Apabila darah sudah tidak bisa mengalir sama sekali melalui arteri koroner maka penderita mengalami serangan jantung yang bisa berujung pada kematian.

Penyakit jantung koroner juga bisa menyebabkan daya pompa jantung melemah yang menyebabkan  darah tidak bisa beredar sempurna ke seluruh tubuh. Kondisi seperti ini disebut dengan gagal jantung.

Seseorang yang terkena gagal jantung akan sulit untu bernafas dikarenaka paru-parunya dipenuhi oleh cairan, cepat merasa lelah, bengkak-bengkak di kaki dan di persendian.

 

Faktor Risiko

 

  1. Kolesterol Tinggi

Endapan lemak pada dinding arteri koroner adalah penyebab jantung coroner. Endapan tersebut terdiri dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Jadi untuk mengurangi resiko terkena jantung koroner kita harus menjaga kolesterol dalam darah. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang secara alami dihasilkan oleh tubuh . fungsinya sebagai pembentukan dinding sel dan hormon. 2/3 kolesterol diproduksi oleh hati (liver) kita, sedangkan lagi 1/3 nya didapat dari makanan. Kolesterol tersebut di edarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein.

Lipoprotein ada dua jenis yaitu:

  1. ­LDL (Low-density lipoprotein)

LDL mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh tubuh

  1. HDL (High-density lipoprotein)

HDL  berfungsi sebaliknya dari LDL yaitu mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk di olah dan di buang keluar.

LDL yang berlebihan bisa menyebabkan penumpukan kolesterol di dinding arteri sehingga disebut sebagai “kolesterol jahat”. Kadar LDL yang baik berkisar antara 100-129 ng/dL. Kelebihan LDL akan menyebabkan HDL “kewalahan” dalam mengangkut kelebihan kolesterol di dalam tubuh.

  1. Hipertensi

Hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab jantung coroner karena tekanan darah yang tinggi akibat dari hipertensi akan memperberat kerja jantung yang bisa menyebabka dinding jantung menebal/kaku, sehingga meningkatkan resiko terkena penyakit jantung coroner.

  1. Trombosis

Trombosis adalah gumpalan darah yang terdapat pada pembuluh arteri atau vena. Jika trombosis terjadi pada pembuluh arteri  koroner, maka akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya terdapat pada dindig pembuluh yang menebal akibat ateroklerosis.

Salah satu kebiasaan manusia yang meningkatkan resiko terkena thrombosis adalah merokok.

  1. Obesitas / Kegemukan

Obesitas meningkatkan resiko terkena hipertensi dan juga terkena penyakit diabetes. Salah satu dampak buruk kegemukan adalah kadar LDLnya lebih tinggi daripada HDL. Hal itu bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

  1. Penuaan

Faktor yang satu ini tidak bisa dihindari oleh seluruh mahkluk hidup di dunia. Penuaan bisa meningkatkan resiko jantung koroner karena semakin menurunnya efektivitas organ-organ tubuh, termasuk juga system kardiovaskulernya. Hal ini juga di dukung dengan fakta bahwa lebih dari 80 % penderita jantung koroner berusia diatas 60 tahun. Laki-laki memiliki resiko lebih cepat terkena jantung koroner dibandingkan dengan pria. Para wanita setelah menopause atau berhenti haid baru resiko terkena penyakit jantung koronernya meningkat.

  1. Keturunan

Orang yang memiliki riwayat keluarga jantung koroner lebih tinggi resikonya dibandingkan orang biasa tanpa riwayat jantung koroner. Terlebih bila orang tua anda mengidap jantung koroner dibawah usia 60 tahun.

2 thoughts on “Penyebab dan Faktor Pemicu Penyakit Jantung Koroner”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *