Otot Jantung

Otot Jantung

Otot jantung bersifat lurik dan invalunter berkontraksi secara ritmis dan automatis. Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jantung) dan pada pembuluh darah yang besar yang secara langsung berhubungan dengan jantung. Pada daerah khusus yang disebut diskus interkalaris. Setiap sel mempunyai panjang sekitar 1x00micrometer dan panjang 15 micrometer, ujungnya terbelah dua yang terletak pada sel yang berdekatan. Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolema tipis mirip yang terdapat pada otot rangka, dan sarkoplasma yang penuh mitokondria. Miofibril-miofibril terpisah oleh deretan mitokondria yang mengakibatkan gambaran gurat-gurat memanjang yang nyata. Gambaran lurik melintang pada miofibril, dengan guarat-gurat A,1,2,N dan M sebagaimana pada otot rangka juga nyata tetapi guratnya tidak sejelas terdapat pada otot rangka . Intinya lonjong panjang dan terdapat di tengah serat diantara miofibril-miofibril yang divergen. Sekitar inti terdapat daerah sarkoplasma berbentuk gelandong dengan banyak mitokondria.

Otot jantung tersusun dari sel-sel otot yang mirip dengan otot lurik namun otot jantung mempunyai percabangan. Sel-sel otot jantung mempunyai banyak inti dan terletak di tengah serabut.

Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat dan tidak mengikuti kehendak kita.Otot jantung merupakan otot yang mempunyai keistemawaan yaitu bentuknya lurik tetapi bekerja seperti otot polos yaitu di luar kesadaran atau di luar perintah otak.

Kerja otot jantung ini dipengaruhi oleh saraf autonom. Otot jantung membentuk dinding jantung sehingga jantung bekerja seumur hidup manusia. Kerja otot jantung tidak dipenaruhi kehendak kita.

Semula otot jantung dianggap sebagai peralihan antara otot polos dan otot kerangka.

Yang jelas bahwa otot jantung tergolong otot bergaris melintang yang satuannya disebut “serabut “ MyofibrilBangun otot jantung dan otot kerangka/otot lurik tidak sama dalam beberapa segi misalnya jumlah dan letak intinya, ada tidaknya percabangan /synsisium /discus intercalatus nya dan tentu kerjanya .

Hubungan otot jantung melalui discus interkalatus cukup kuat sehingga sulit dilakukan tepsing untuk memperoleh satu serabut secara terpisah.Penelitian dengan mikroskup cahaya menunjukkan bahwa otot jantung memiliki serabut yang bercabang/sinsitium, yang berhubungan satu dengan yang lain melalui ujungnya.Hubungan mana sangat kuat sehingga memberikan aspek sebagai sinsisium, dan pada endomisium banyak pembuluh darah.Diameter serabut kira-kira 10-14µ pada hewan dewasa dan 5-8µ pada yang baru lahir.

Pada keadaan patologik misalnya hipertropi / tekanannya tinggi /sistole jantung diameter dapat meningkat sampai 20µ. Panjangnya sulit diukur.Penelitian dengan mikroskop elektron, bentuk sinsisium tidak tampak, tetapi hubungan antara serabut (sel) dapat dipelajari dengan cukup jelas.Pada discus interkalatus terdapat desmosoma, zonula okludens, zonula adherens.Yang terakhir ini sebenarnya tidak membentuk zona secara jelas hanya berupa daerah yang tidak teratur.

Bangun Histologi

Seperti halnya dengan otot polos dan kerangka, otot jantung memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

  • Sarkolema
  • Sarkoplasma
  • Inti
  • Diskus Interkalatus

Sarkolema

  • Keadaannya hampir mirip dengan sarkolema otot kerangka
  • Dinding luarnya mirip membran basal dengan fibril retikuler yang dapat terus berhubungan dengan tendon (chorda tendinae) atau katup jantung.
  • Dibagian lain berhubungan langsung dengan endomisium.
  • Sel-sel yang dijumpai pada otot jantung: serabut otot (miosit), sel endotel, perisit, dan fibroblast

Sarkoplasma

  • Pada garis besar hampir mirip dengan otot kerangka, hanya saja otot jantung relative memiliki sarkoplasma lebih banyak, terutama di sekitar inti yang terletak di tengah.
  • Mitokondria, lipid, lipofuksin dan glikogen banyak terdapat pada sarkoplasma di sekitar inti.
  • Garis-garis melintang hampir mirip dengan otot kerangka, meskipun susunan miofilamen tersusun secara acak.
  • Sistem T cukup jelas pada otot jantung berbentuk invaginasi tubuler dari plasmalema dan lamina basalis di daerah cakram Z.
  • Sistem T berperan dalam pertukaran metabolik dan transmisi impuls.
  • Sarkoplasmik reticulum tidak sesubur pada otot kerangka, beberapa dianataranya berhubungan dengan system T.

Inti

  • Berbeda dengan otot kerangka /Lurik , pada otot jantung inti terdapat di tengah.

Diskus Interkalatus

  • Berupa penebalan di daerah cakram Z, yang sebenarnya adalah daerah hubungan antara serabut otot jantung.
  • Tebalnya dapat mencapai 0,5µ berbentuk tangga.
  • Penelitian dengan mikroskup elektron menunjukkan adanya bentuk mirip desmosoma, zonula okluden, zonula aderen, meskipun yang terakhir ini bentuknya tidak teratur.
  • Pada desmosoma, miofilamen berakhir pada lapis protein permukaan serabut (myofilamentous incertion plaques).
  • Di daerah melintang terdapat pula penyatuan antara selaput luar berbentuk macula occludens.
  • Bentuk ini nampak pula di daerah memanjang disebut “fasciae occludentes”.
  • Daerah ini diduga berperan didalam transmisi impuls dari satu serabut ke serabut yang lain.

 

Tags:
persamaan otot rangka dan otot jantung (96), otot jantung (93), persamaan otot lurik dan otot jantung (75), otot serat melintang (74), persamaan otot polos otot lurik dan otot jantung (53), persamaan otot jantung dan otot rangka (35), perbedaan otot polos otot lurik dan otot jantung (30), persamaan antara otot rangka dan otot jantung (27), percabangan otot jantung (24), pengertian otot jantung (21), persamaan dan perbedaan otot lurik dan otot jantung (15), Otot jantung mempunyai bentuk seperti (14), persamaan otot rangka dan jantung (13), miofibril otot jantung (13), perbedaan dan persamaan otot lurik dan otot jantung (12), persamaan antara otot rangka dan otot jantung adalah (11), deskripsi otot jantung (6), bagaimana cara kerja otot jantung (3), kerjanya otot jantung (3), mengapa otot jantung dianggap sebagai peralihan otot polos dan otot lurik? (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>