Obat Herbal Hepatitis C

Terapi Baru Hepatitis C

khasiat kulit manggis,kasiat kulit manggis,obat herbal hepatitis C,cara menyembuhkan penderita hepatitis C,jual xamthone denpasar,jual xamthone di bali,pembuktian xamthone,pembuktian kulit manggis,penelitian para ahli tentang kulit manggisPenyakit Hepatitis C saat ini menginfeksi lebih dari 170 juta manusia di seluruh dunia, terutama di Asia, Afrika dan Eropa Selatan. Sejauh ini belum ada vaksinasi virus Hepatitis C.

Virus Hepatitis C

Sampai saat ini, terapi standar untuk melawan Hepatitis C adalah memberikan preparat kombinasi Interferon, sejenis protein yang memicu kekebalan tubuh pasien dan penguat Interferon, Ribavirin, yang memiliki efek anti viral.

Virus Hepatitis C memicu peradangan hati. Jika tidak diobati, penyakitnya dapat menjadi kronis dan pada kondisi tertentu menyebabkan sirosis atau pengerasan hati. Juga pengobatan pengidap Hepatitis C kronis menggunakan preparat Interferon, hanya separuhnya yang sukses. Selain itu pengobatan dengan kombinasi Interferon berlangsung lama, antara enam hingga 12 bulan. Para pasien seringkali mengalami dampak sampingan yang cukup berat.

Obat Pendukung

Kini di Amerika Serikat dipasarkan obat baru dengan unsur aktif bernama Telaprevir, yang memerangi virus Hepatitis C secara lebih terarah. Obat baru itu disebutkan tidak dapat menggantikan terapi kombinasi Interferon. Melainkan, dengan memberikan tiga jenis unsur aktif, kemanjuran pengobatan Hepatitis C dapat ditingkatkan secara drastis.

Sejumlah uji coba membuktikan keampuhan terapi baru ini. Prof. Heiner Wedemeyer dari Sekolah Tinggi Kedokteran Hannover yang ikut serta dalam uji coba mengungkapkan, “Pada pasien yang sebelumnya tidak diobati, terapi standar menyembuhkan sekitar 50 persennya. Sementara pada terapi dengan tambahan obat baru, atau kombinasi tiga macam obat, tingkat penyembuhannya mencapai 75 persen. Artinya terdapat peningkatan dramatis sekitar 30 persen. Kami dapat mengatakan, tiga dari empet pasien, pada akhir pengobatan akan dapat disembuhkan. Dalam analisa selanjutnya, tingkat penyembuhan bahkan mencapai 80 persen.“

Terapi standar yang diterapkan saat ini juga amat rumit. Untuk memperkuat kekebalan tubuh, pasien harus disuntik Interferon seminggu sekali. Sementara untuk memperkuat efeknya, pasien setiap harinya harus menelan dua tablet Ribavirin. Terapinya harus dilakukan selama 48 minggu. Jika dalam terapinya ditambahkan obat baru Telaprevir, jangka waktu pengobatan diperpendek separuhnya, menjadi hanya sekitar 24 minggu.

Efek Sampingan dan Biaya

Namun Prof. Wedemeyer mengakui, disamping efek positifnya, juga terdapat dampak sampingan, “Telaprevir dapat memiliki dampak samping utama berupa reaksi pada kulit. Bercak pada kulit hingga lebih dari 50 persen tubuh, atau terbentuk gelembung cairan pada kulit. Juga diamati kasus diare. Hal itu terjadi pada sekitar 10 persen pasien. Dan pengobatannya harus dihentikan.“

Unsur aktif Telaprevir adalah keluarga dari apa yang disebut protease blocker, yang berfungsi secara terarah memblokir perkembang biakan virus. Pengobatannya harus dilakukan di bawah pengawasan para dokter ahli atau rumah sakit khusus. Obat baru itu disebutkan dapat memiliki dampak timbal balik yang merugikan dengan obat-obatan lain.

Pemberian protease-blocker Telaprevir diatur amat ketat, yakni setiap delapan jam, juga di tengah malam harus diminum satu kapsul. Prosedurnya menutut disiplin amat tinggi dari pasien. Juga obat baru itu harganya amat mahal. Untuk pengobatan selama enam bulan diperlukan biaya sekitar 17.000 Euro. Dengan begitu, jika harga obat baru yang ampuh memerangi Hepatitis C itu tetap tinggi, maka hanya segelintir pasien yang kaya yang dapat menikmati manfaatnya.

Michael Engel/Agus Setiawan

Editor: Christa Saloh-Foerster

Sumber : www. dw. de

Membaca uraian diatas membuat saya berpikir bahwa penggunaan obat kimia itu memiliki resiko yang besar, biaya yang mahal dan sulitnya proses pengobatan yang dilakukan.

Sudah seharusnya kita untuk back to nature

Meggunakan obat-obatan dari alam yang sangat aman dengan kualitas tidak kalah dari obat kimia. Pertanyaannya apakah ada obat seperti itu??

Kalau kita mau mencari pasti ada, tergantung orangnya sendiri yakin atau tidak dengan obat herbal tersebut.

Salah satu dari obat herbal yang baik untuk obat hepatitis C dan obat yang disebabkan oleh virus lainnya adalah XAMthone plus yang terbuat dari jus kulit manggis.

Sekarang ini banyak sekali penelitian tentang khasiat dari kulit manggis. Dari berbagai penelitian itu telah membuktikan khasiat yang luar biasa dari kulit manggis.

Seperti kutipan dari metrotvnews.com di bawah ini :

Selama ini Manggis, terutama pada bagian kulitnya mengandung antioksidan yang dipercaya memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu xanthones.

Antioksidan jenis xanthones ini, menurut peneliti dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Farmasi, Mahidol University Thailand, Moongkardi P sebenarnya terdapat secara alami dalam tanaman hutan hujan tropis, tetapi kabarnya tidak ada satu pun yang dapat menyamai tingginya kandungan xanthones dalam ekstrak kulit buah manggis.

“Dari hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak kulit buah dari manggis memiliki efek kuat dalam mencegah penyebaran sel kanker, antioksidan yang potensial, dan induksi apoptosis atau kematian sel kanker secara alami. Hal ini mengindikasikan bahwa zat tersebut memiliki beragam khasiat dan sangat berpotensi dalam pencegahan kanker,” papar Moongkardi.

Pernyataan senada disampaikan peneliti biologi dari Gifu International Institute of Biotechnology Jepang, Matsumoto K.

Menurut Matsumoto, Garcinia mangostana, dapat menghambat pertumbuhan sel penyakit leukemia jenis Hl60.

Antioksidan yang ada pada buah manggis ini pula menurut penelitian Matsumoto jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan antioksidan pada rambutan dan durian.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Free Radical Research dan Journal of Pharmacology, xanthones dipercaya memiliki manfaat kesehatan terutama bagi kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi penyakit jantung, arteriosklerosis yakni Penyakit khas yang ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas dinding pembuluh darah arteri.

Selain itu xanothes juga bisa menyembuhkan hipertensi dan trombosis yakni terbentuknya trombus dari pembuluh darah yang menyumbat aliran darah sistem sirkulasi.

“Aktivitas xanthones memberikan efek yang memperlebar pembuluh darah dan memperlancar aliran darah.

Selain itu manggis juga kaya akan kalium, mineral yang berperan penting dalam metabolisme energi dan kesehatan jantung,” papar Matsumoto dalam hasil penelitiannya.

Dalam berbagai penelitian anti oksidan jenis xanthones ini ternyata tidak ditemui pada buah-buahan lainnya kecuali pada buah manggis.

Hasil penelitian di Tokyo pada tahun 2003 menunjukkan xanthones memiliki efek antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC dan Staphylococcus aureus penyebab infeksi dan gangguan pencernaan.

Selain itu, manggis juga bermanfaat sebagai anti tumor, kanker, anti-aging, mengobati hipertensi, immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, antiobesitas, antivirus, antibiotik, dan antijamur.

Masih ragukah anda dengan kehebatan XAMthone plus jus kulit manggis??? Hubungi customer service kami.

1 thought on “Obat Herbal Hepatitis C”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *